Senin, 30 Maret 2015

PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA


Tugas : Makalah Kelompok                                                            Dosen :
Sejarah Islam Asia Tengara                                                 M.Fahli Zatra Hadi


PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA




                 LOKAL                            : ILKOM 2 D
                DI SUSUN OLEH :MAYA APRIYA DINA
                                                             PUTRA RAMADIAN
                                                             DECI LESTARI




JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
2015


KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan tugasSejarah Islam Asia  Tengara .PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA’’.
Sholawat beserta salam kita hadiahkan untuk nabi Muhammad SAW yang mana beliau telah membawa umatnya dari zaman jahiliyah ke zaman yang berisi ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini.
Dan tak lupa pula ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pengajar mata kuliahSejarah Islam Asia Tengarayaitu bapakM.Fahli Zatra Hadi Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat kehilafan dan kekurangannya, maka dari itu kritik dan saran demi penyempurnaan lebih lanjut sangat penulis harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi yang berminat untuk membacanya.Amin.


Pekanbaru,          Maret  2015



PENULIS



BAB I
PEMBAHASAN
A.Cara Masuknya Islam ke Indonesia
Islam masuk ke Indonesia, bukan dengan peperangan ataupun penjajahan. Islam berkembang dan tersebar di Indonesia justru dengan cara damai dan persuasif  berkat kegigihan para ulama. Karena memang para ulama berpegang teguh pada prinsip Q.S. al-Baqarah ayat 256yaitu
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Al-Baqarah: 256).

B.  Perkembangan Islam Di Indonesia
Meskipun Islam baru bisa dikatakan berkembang setelah berdirinya kerajaan Islam, atau setidaknya ketika ada jalinan hubungan dagang antara saudaga muslim dengan pribumi, namun cara kedatangan Islam dan penyebarannya di Indonesia tidak dilakukan dari saluran politik atau perdagangan semata.Setidaknya ada lima saluran berkembangnya Islam di Indonesia. Saluran perkembangan tersebut meliputi saluran perdagangan, saluran politik, saluran perkawinan, saluran pendidikan,dansaluran kesenian.
1.      Pendekatan perdagangan
Para pedagang Islam dari Gujarat, Persia dan Arab tinggal selama berbulan-bulan di Malaka dan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.Mereka menunggu angin musim yang baik untuk kembali berlayar.Maka terjadilah interaksi atau pergaualan antara para pedagang tersebut dengan raja-raja, para bangsawan dan masyarakat setempat.Kesempatan ini digunakan oleh para pedagang untuk menyebarkan agama Islam.
Jalur ini dimungkinkan karena orang-orang melayu telah lama menjalin kontak dagang dengan orang Arab.Apalagi setelah berdirinya kerajaan Islam seperti kerajaan Islam Malaka dan kerajaan Samudra Pasai di Aceh, maka makin ramailah para ulama dan pedagang Arab datang ke Nusantara (Indonesia).Disamping mencari keuntungan duniawi juga mereka mencari keuntungan rohani yaitu dengan menyiarkan Islam.Artinya mereka berdagang sambil menyiarkan agama Islam.
2.      Pendekatan politik
Masuknya Islam melalui saluran ini dapat terlihat ketika Samudera Pasai menjadi kerajaan, banyak sekali penduduk yang memeluk agama Islam.Proses seperti ini terjadi pula di Maluku dan Sulawesi Selatan, kebanyakan rakyat masuk Islam setelah raja mereka memeluk Islam terlebih dahulu. Pengaruh politik raja sangat membantu tersebarnya Islam di daerah ini. Dari sini dapat dikatakan pula bahwa kemenangan kerajaan Islam secara politis banyak menarik penduduk kerajaan yang bukan muslim untuk memeluk agama Islam.
3.      Pendekatan perkawinan
Tak dapat dipungkiri, dari sisi ekonomi, para pedagang muslim memiliki status sosial yang lebih baik daripada kebanyakan pribumi, sehingga penduduk pribumi, terutama puteri-puteri bangsawan, tertarik untuk menjadi istri para pedagang itu. Sebelum prosesi pernikahan, mereka telah diIslamkan terlebih dahulu, dan setelah mereka memiliki keturunan, lingkungan kaum muslim semakin luas. Oleh karenanya tidak heran banyak sekali bermunculan kampung-kampung muslim.
Awalnya kampung ini berkembang di pesisir pantai, biasanya mereka disebut dengan kampung arab —dan masih terkenal hingga saat ini. Dalam perkembangan berikutnya, karena ada wanita yang keturunan bangsawan yang dinikahi oleh pedagang itu, tentu saja kemudian dapat mempercepat proses islamisasi. Demikianlah yang terjadi antara Raden Rahmat atau Sunan Ampel dengan Nyai Manila, Sunan Gunung Jati dengan Puteri Kawunganten, raja pertama kerajaan Demak, dan lain-lain.



4.      Pendekatan pendidikan
Pada proses ini, biasanya dilakukan melalui pendidikan-pendidikan yang dilakukan oleh para wali, ulama, kiai, atau guru agama yang mendidik muridmurid mereka. Tempat yang paling pesat untuk mengembangkan ajaran Islam adalah di pondok pesantren.Di tempat itu para santri dididik dan diajarkan pendidikan agama Islam secara mendalam, sehingga mereka betul-betul menguasai ilmu agama. Setelah lulus dari pesantren, para santri kembali ke daerah asal untuk kemudian menyebarkan kepada masyarakat umum pelajaran yang telah mereka peroleh di pesantren.
            Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang paling strategis dalam pengembangan Islam di Indonesia.Para da’i dan muballig yang menyebarkan Islam diseluruh pelosok Nusantara adalah keluaran pesantren tersebut.Datuk Ribandang yang mengislamkan kerajaan Gowa-Tallo dan Kalimantan Timur adalah keluaran pesantren Sunan Giri.Santri-santri Sunan Giri menyebar ke pulau-pulau seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga ke Nusa Tenggara.Dan sampai sekarang pesantren terbukti sangat strategis dalam memerankan kendali penyebaran Islam di seluruh Indonesia.
5.      Pendekatan kesenian
Kesenian merupakan wahana untuk berdakwah bagi para pemuka agama di Indonesia. Pada proses ini yang paling terkenal menggunakannya adalah para wali yang menyebarkan agama Islam di Jawa. Salah satu media pertunjukan yang paling terkenal melalui pertunjukan wayang. Sunan Kalijaga, penyebar Islam di daerah Jawa Tengah adalah sosok yang sangat mahir dalam memainkan wayang. Cerita wayang yang dimainkan berasal dari cerita Ramayana dan Mahabarata yang memang sudah sangat Tasawuf merupakan bagian ajaran dari Agama Islam.
Para tokoh tasawuf ini biasanya memiliki keahlian khusus sehingga dapat menarik penduduk untuk memeluk ajaran Islam.Keahlian tersebut biasanya termanifestasi dalam bentuk penyembuhan bagi orang-orang yang terkena penyakit, lalu disembuhkan.Ada juga yang termanifestasi sebagai kekuatan-kekuatan magic yang memang sudah sangat akrab dengan penduduk pribumi saat itu terkenal dan digemari oleh masyarakat.Dalam memainkan wayang, selalu disisipkan ajaran-ajaran Islam sehingga penduduk pribumi mulai akrab dengan ajaran Islam melalui media ini.Yang paling manarik dalam pertunjukan ini adalah para penduduk tidak dipungut biaya ketika mereka menyaksikan pertunjukan wayang, mereka hanya diminta untuk melantunkan kalimat syahadat, sehingga mereka akhirnya masuk Islam dan ikut mendalami ajarannya.

C.    Kerajaan-Kerajaan Islam Di Indonesia
Dari berbagai proses tersebut, Indonesia kemudian menjadi negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Pada perkembangannya ajaran Islam disalurkan melalui berbagai kerajaan yang berkembang di Indonesia.Kerajaan Islam yang pertama ada dan berkembang adalah kerajaan Samudera Pasai, dengan raja pertamanya yang bernama Sultan Malik al-Saleh (1297 M/696 H).Kerajaan ini terletak di pesisir timur laut Aceh. Selain Samudera Pasai, di Aceh juga ada kerajaan Aceh Darussalam, yang berdiri di atas kerajaan Lamuri.
Di Jawa kerajaan Islam yang pertama adalah kerajaan Demak, yang dipimpin oleh raja pertamanya, Raden Patah.Kemudian ada pula kerajaan Pajang yang dipimpinoleh Jaka Tingkir.Kerajaan ini berdiri setelah meninggalnya sultan Demak tahun 1546 M. Ada pula kerajaan Mataram yang dipimpin pertamakali oleh Senopati.
1.      Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam yang pertama kali tercatat sebagai kerajaan Islam di Nusantara.Secara pasti, mengenai awal dan tahun berdirinya kerajaan ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi menurut pendapat Hasyimi, berdasarkan naskah tua yang berjudul Izhharul Haq yang ditulis oleh Al-Tashi dikatakan bahwa sebelum Samudra Pasai berkembang, sudah ada pusat pemerintahan Islam di Peureula (Perlak) pada pertengahan abad ke-9. Perlak berkembang sebagai pusat perdagangan, tetapi setelah keamanannya tidak stabil maka banyak pedagang yang mengalihkan kegiatannya ke tempat lain yakni ke Pasai, akhirnya Perlak mengalami kemunduran.
Dengan kemunduran Perlak, maka tampillah seorang penguasa lokal yang bernama Marah Silu dari Samudra yang berhasil mempersatukan daerah Samudra dan Pasai. Dan kedua daerah tersebut dijadikan sebuah kerajaan dengan nama Samudra Pasai.
Kerajaan Samudra Pasai terletak di Kabupaten Lhokseumauwe, Aceh Utara, yang berbatasan dengan Selat Malaka.
2.      Kerajaan Demak
Sebelum dikenal dengan nama Demak, daerah tersebut dikenal dengan namaBintoro atau Gelagahwangi yang merupakan daerah kadipaten di bawah kekuasaan Majapahit. Kadipaten Demak tersebut dikuasai oleh Raden Patah salah seorang keturunan Raja Brawijaya V (Bhre Kertabumi) yaitu raja Majapahit. Dengan berkembangnya Islam di Demak, maka Demak dapat berkembang sebagai kota dagang dan pusat penyebaran Islam di pulau Jawa.

D. Perkembangan Masuknya Islam di Beberapa Wilayah Indonesia
             Perkembangan Islam di Indonesia berlangsung di beberapa tempat, yaitu Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan.

a.Perkembangan Islam di Sumatera.
             Pada pertengahan abad ke-13, di Sumatera telah berdiri kerajaan Islam Samudera Pasai yang merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia, kerajaan ini terletak di pesisir timur laut aceh yang sekarang merupakan wilayah Kabupaten Lhouksumawe. Samudera Pasai adalah sebuah kerajaan maritim, samudera pasai telah mengadakan hubungan dengan Sultan Delhi di India pada pelayaran kerajaan Samudra Pasai merupakan pusat studi agama Islam dan tempat berkumpulnya para ulama dari berbagai negara Islam.

b.Perkembangan Islam di Jawa
              Perkembangan di Jawa tidak bisa dipisahkan dari peranan wali, jumlah wali yang terkenal sampai sekarang adalah sembilan, yang dalam bahasa dikenal dengan sebutan WALI SONGO. Para wali yang termasuk dalam wali songo adalah sebagai berikut :

a.       Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
b.      Sunan Ampel (Raden Rahmat)
c.       Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim)
d.      Sunan Giri (Raden Paku atau ‘Ainul Yaqin)
e.       Sunan Drajat (Raden Kasim)
f.       Sunan Kalijaga (Raden Said)
g.      Sunan Kudus (Ja’far Shadiq)
h.      Sunan Muria (Raden Umar Said)
i.        Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)

c. Perkembangan Islam di Sulawesi
             Masuknya islam di Sulawesi tidak terlepas dari peranan Sunan Giri di Gresik. Hal itu karena Sunan Giri menyelenggarakan pesantren yang banyak didatangi oleh santri dari luar Jawa, seperti ternate dan hiu.Pada abad ke-16 di sulsel telah berdiri kerajaan hindhu gowa dan tallo. Penduduknya banyak yang memeluk agama islam karena hubungannya dengan kesultanan Ternate.

d. Perkembangan Islam di Kalimantan
   Pada abad ke-16, islam mulai memasuki kerajaan Sukadana. Dibagian selatan Kalimantan berdiri kerajaan islam banjar pada sekitar tahun 1526. Panngeran Suriansyah merupakan tokoh yang amat penting dalam sejarah islam di Kalimantan. Dalam usaha mengembangkan islam/ Syekh muhamad arsyad al-Banjari mendirikan pondok pesantren untuk menampung santri yang datang dari berbagai pelosok Kalimantan. Pada masa berikutnya muncul seorang pahlawan Kalimatan yang sangat berjasa dalam mengembangkan islam. Ia adalah Sultan Amirudin Khalifatul Mukminin atau yang lebih dikenal nama pangeran Antasari.



E .Hikmah Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia

Setelah memahami bahwa perkembangan Islam di Indonesia memiliki warna atau ciri yang khas dan memiliki karakter tersendiri dalam penyebarannya, kita dapat mengambil hikmah, diantaranya sebagai berikut :
1.      Islam membawa ajaran yang berisi kedamaian.
2.      Penyebar ajaran Islam di Indonesia adalah pribadi yang memiliki ketangguhan dan pekerja keras.
3.      Terjadi akulturasi budaya antara Islam dan kebudayaan lokal meskipun Islam tetap memiliki batasan dan secara tegas tidak boleh bertentangan dengan ajaran dasar dalam Islam.
F .Manfaat dari Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia
Banyak manfaat yang dapat kita ambil untuk dilestarikan diantaranya sebagai berikut:
1.      Kehadiran para pedagang Islam yang telah berdakwah dan memberikan pengajaran Islam di bumi Nusantara turut memberikan nuansa baru bagi perkembangan pemahaman atas suatu kepercayaan yang sudah ada di Nusantara ini.
2.     Hasil karya para ulama yang berupa buku sangat berharga untuk dijadikan sumber pengetahuan.
3.      Kita dapat meneladani Wali Songo
4.      Menjadikan masyarakat gemar membaca dan mempelajari Al-Qur’an.
5.      Mampu membangaun masjid sebagai tempat ibadah dalam berbagai bentuk atau arsitektur hingga kee seluruh pelosok Nusantara.
6.     Mampu memanfaatkan peninggalan sejarah, termasuk situs-situs peninggalan para ulama, baik berupa makam, masjid, maupun peninggalan sejarah lainnya.
7.     Seorang ulama atau ilmuwan dituntut oleh islam untuk mempraktikan tingkah laku yang penuh keteladanan agar terus dilestarikan dan dijadikan panutan oleh generasi berikutnya.
8.      Para ulama dan umara bersatu padu mengusir penjajah meskipun dengan persenjataan yang tidak sebanding.

G. Dinamika islam di Indonesia
Dua orang ahli berkembangsaan belanda telah meramalkan suatu kelangsungan hidup bagi islam. ahli- ahli itu iyalah . Niemann (1823-1905) yang pada tahun 1861 menerbitkan suatu pengantar pertama tentang islam, disitu ternyata bahwa dia juga menaruh perhatian tentang islam, di Indonesia pendapatnya itu berbunyi: ‘’ sangat mungkin bahwa segala kesederhanaan yang terdapat dalam agama islam itu justru merupakan jaminan bagi kelangsungan hidupnya yang langgeng.
Seorang ahli ialah reinhart dozy (1820-1883), seorang ahli bahasa arab dan sejarah yang menulis buku tentang sejarah islam dengan judul het islamisme. Buku ini terbit untuk pertama kalinya pada tahun 1863. Karangan ini di akhiri dengan menyamakan agama islam dengan agama roma katolik pada masa yang akan dating. Pendapar dozy ini di dasarkan atas suatu bagian esai yang terkenal, karena seorang ahli sejarah inggris bernama macaulay tentang ranke’s history of the popes. Setelah dia mengambarkan kebesrana gereja katolik di abad-abad yang lampau, macaulay meramal : kemungkinan islam tetap hidup dengan suatu kekuatan yang tidak berkurang pada waktu seorang pengembara selandia baru di tengah – tengah kesunyian yang tak terbatas, mengambil posisi pada salah sebuah lengkungan London bridge yang retak untuk membuat sketsa puing-puing gereja sint paul.
Tentang pendapat  ini, dosy berkata boleh di katakana, bahwa kalau agama katolik dengan kekuatan yang tidak berkurang, masih tetap hidup pada waktu si pengembara selandia baru di tengah-tengah hutan belantara yang luas, di tepi sungai teems, membuat sketsa gereja sint paul. Niscaya pada waktu yang sama, di kumandangkan ‘ la ila ha illa llah’’ oleh pada muanzin dari menara masjid yang tiada terbilang banyaknya             .
Sesungguhnya masa baru bagi islam sudah di mulai pada abad ke delapan belas, pada waktu seorang reformasi yang bernama Muhammad ibn’abd al-wahhab (1703-1787)  tampil ke depan di jantung tanah arab. Gerakan ini di Negara- Negara islam di sebut wahhabiyya, salah satu tujuannya ialah untuk memurnikan islam dari segala pengearuh dan kebiasaan yang bukan islam, jadi dari ‘’ segala sesuatu yang baru, yang dalam bahasa arab di sebut bidah .
Aliran wahabiyah yang timbbul pada abad kedelapan belas sebenarnya hanyalah suatu gerakan reformasi dengan corak lama sesuai dengan ucapan Duncan b macdonald (1863-2943) yaitu usaha memperbaharui agama islam tidak pernah menghasilkan sesuatu kecuali berdirinya dinasti – dinasti gerakan Wahhabi bukan merupakan pengecualiaan
Gerakan reformisme yang timbul pada abad kesembilan belas dan kedua puluh merupakan contoh  gerakan keagamaan. Ini dapat di tahankan terus dan tetap merupakan gerakan keagamaan. Aliran wahabi timbul di Negara asal agama islam, yaitu di tanah arab. Gerakan reformis yang lain timbul di Negara – Negara dimana agama islam merupakan agama sebagian besar penduduknya, seperti di mesir, turki, iran, india, dan Indonesia.
Reformasi , ada tiga kecendrungan , pertama : kecendrungan Untuk mempertahankan system abad-abad permulaan islam sebagai suatu system yang benar setelah di bersihkan dari bidah. Kedua , yang berusaha membangun kembali agama islam . juga didasarkan atas sendi sendi ajaran yang benar kalau perlu dapat sisesuaikan dengan pengertian pengertian masa kini yang mencakup segi- segi agama , kesusilaan dan kemasyarakatan. Ketiga , yang berpegang teguh kepada dasar-dasar agama islam yang diakui pada umumnya tetapi tidak menutupi pintu bagi pandangan – pandangan baru yang biasanya datang dari barat. Kecendrungan yang terakhir ini dapat kita sebut sebagian medernisasi dalam islam.
Untuk selanjutnya membicarakan gerakan reformasi di Indonesia. Semenjak 1947, yaitu yahun berdirinya republic islam Pakistan .hanya akan disingung sejauh mana gerakan tersebut berpengaruh kepada gerakan reformisme islam di Indonesia. Reformisme di Indonesia mengalami masa perumbuhan sendiri, kadang kadang di pengaruhi oleh gerakan reformisme di Negara- Negara lain.
Sampai dengan tahun- tahun permulaan pada abad ini, kehidupan keagamaan di indonsedia dapat di ibaratkan sebagai sebuah kolam yang tenang .Bangsa Indonesia telah membangun di bidang kebudayaan, politik dan keagamaan.Kebangkitan ini timbul pada abada ke Sembilan belas di sebabkan dorongan para raja di pulau jawa beserta bupati dan para pejabat tingginya.
Mereka menyadari betapa pentingnya pendidikan yang baik bagi seluruh lapisan masyarakat. Sehingga mereka menyekolahkan putra-putranya di sekolah-sekolah belanda .agar dapat membantu mempersiapkan suatu masa yang baru. Contonhnya yang di berikan oleh para putra raja bupati, dan pejabat tinggi itu di tiru pula golongan masyarakat yang lebih rendah .
Timbulnya gerakan reformisme dalam agama memperlihatkan suatu gambaran yang bebeda dari kehidupan kebudayaan social dan politik. Gerakan di bidang agama tidak banyak mendapat pengaruh barat, tetapi timbul dan bediri ataskekuatan tenaga Indonesia itu sendiri dan juga di sebabkan karena mendapat pengaruh yang terus menerus , dari Negara Negara islam. masih ada perbedaan : kebangkitan intelek yang baru berkembang dari atas ke bawah, sedangkan kebangkitan kegamaan berasal dari golongan menengah. Mereka tidak hanya berdiri dari orang orang indenisa saja, tetapi juga dari golongan arab dan india.
Akhirnya masih ada satu perbedaan : gerakan kebudayaan sosial dan politik biasaanya dpat hidup berdampingan dengan damai, maisng masing memperjuangkan tujuanya. Tetapi dalam gerakan keagamaan timbul pertentangan pertentangan , kadang – kadang sangat meruncing dan tidak akan mungkin di atasi, akhirnya menyebabkan orang islam Indonesia terbagi menjadi dua partai : pengikut aliran lama dan pengikut aliran baru . yang di maksud pengikut aliran lama ialah orang islam yang tetap setia kepada sendi-sendi ajaran yang benar dan turun temurun dan yang di maksud dengan pengikut aliran baru ialah oeang islam yang ingin membentuk kembali islam di Indonesia berdasarkan sendi – sendi reformisme .
Sejarah muhamadiah didirikan pada tahun 1912 oleh orang jawa dari golongan menengah. Tempat kelahiran ialah Yogyakarta, yaitu di bawah kauman , suatu tempat tinggal orang orang soleh. Perhimpunan yang pada mulanya hanya kecil saja, mempunyai tujuan untuk menyebarkan agama islam di dalam negeri inilah ciri khas muhammadiyah .perhimpunan itu terus menerus berkembang dan melebar sayapnya keseluruh pulau dan lambat laun mendirikan cabang- cabangnya di sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Maka muhammadiyah menjadi suatu perkumpulan keagamaan yang tebesar di Indonesia.Muhammadyah tidak pernah meninggalkan prinsip keagamaanya dan tidak pernah menjadi suatu partai politik, walaupun para pemimpinya jelas memperlihatkan kecendrungan untuk berpolitik.
Berdasarkan angaran dasarnya, perhimpunan ini mempunyai tujuan , memajukan pendidikan dan ilmu pengetahuan di hindia belanda berdasarkan ajaran islam dan meninggalkan kehidupan beragama di antara para angotanya.
Perhimpunan ini berusaha untuk mencapai cita-citanya dengan :
a)      Mendirikan, memelihara dan juga membantu lembaga-lembaga pendidikan yang memberikan mata pelajaran umum di samping mata pelajaran tentang dasar dasar agama islam .
b)      Mengadakan pertemuan-pertemuan antara angota dan para simpatisannya yang bersam sama membahas soal soal dalam agama islam.
c)      Mendirikan dan memelihara ataupun memberikan bantuan kepada tempat peribadatan (wakaf-wakaf dan masjid-mesjid), tempat oranng bersembayang.
d)     Menerbitkan dan memberikan bantuan untuk penerbitan buku-buku, piagam-piagam,brosur-brosur dan surat kabar yang merupakan media penyebaran agama islam, yang bagai manapun juga tidak boleh berlawanan dengan hukum dan undang-undang Negara dan kesusilaan .
H.Pendidikan Islam di Indonesia
            Masuknya Islam ke Indonesia, yang menurut sebagian orang diperkirakan pada abad ke-13 M, telah menandai perubahan besar dalam khazanah kebudayaan di bumi Nusantara. Jauh seb23er23ertelum masyarakat mengenal huruf latin, masyarakat Indonesia telah mengenal huruf Arab.
            Sejarah masuknya Islam ke Indonesia terbagi atas lima babak penting yang perlu diperhatikan secara historikal. Jika kita tarik suatu kesimpulan masuknya Islamisasi di Indonesia terutama dalam bidang pendidikan atau ajaran islam, yakni;
  1. Periode Pertama Abad 7 Masehi.
Menurut Zainal Arifin Abass, agama Islam masuk ke Indonesiasekitar abad ke-7 M (684 M), Islam sudah masuk pertama kali ke Indonesia yakni di Sumatra Utara. Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan HAMKA, bahwa islam masuk ke Indonesia pada tahun 674 M.
Oleh karna itu, tidak heran bila sekitar abad ke 14-19 M, banyak karya-karya ulama di Nusantara yang ditulis dalam bahasa Arab-Melayu. Huruf-huruf hujaiyah dalam huruf Arab yang telah ditulis ke dalam bahasa Melayu disebut huruf Jawi. Sementara itu, huruf Arab yang ditulis dalam bahasa Jawa dikenal dengan huruf Pegon, yang berarti menyimpang.
Abad 7 M merupakan awal Islam masuk ke wilayah Indonesia yang dikenal dengan Nusantara. Yang pada mulanya dikembangkan oleh para Dai bangsa jazirah Arab yang beradaptasi dengan bangsa India Gujarat dan juga beradaptasi dengan bangsa Cina dari berbagai arah.
Sebelum masuk Islam ke Indonesia, dikawasan ini sudah terdapat hubungan-hubungan perdagangan antar Arab, Persia, India, dan Cina. Secara akulturasi melalui perdagangan inilah islamisasi juga berkembang hampir ke seluruh wilayah Asia. Kenyataaan ini melancarkan perkembangan Islam di kawasan Indonesia, tidak terkecuali perkembangan bidang pendidikan Islam pun mulai merebak.


  1. Periode Kedua, Abad 13 Masehi
Pada masaa ini kerajaan-kerajaan Islam sudah mulai berdiri, seperti Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa. Selanjutnya kerajaan Majapahit. Pada masa isi perkembangan Islam semakin meluas hingga ke penjuru tanah Jawa dan menyebar ke pulau-pulau lain, seiring dengan jayanya masa kerajaan Demak dan Majapahit.
Dibawah bimbingan para ulama Arab dan dengan dukungan Negara Muslim lainnya, wilayah ini melahirkan para ulama pribumi yang dikenal dengan para juru dakwah (da’i) yaitu para “Wali Songo”. Fenomena ini terjadi sekitar abad 13 M. Para Wali Songo juga mendirikan pondok pesantren sebagai pusat pengembangan ajaran dan pendidikan Islam.
  1. Periode Ketiga, Masa kolonial Belanda
Masuknya Islam ke kawasan Indonesia menyebabkan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai kepulauan. Misalnya, orang Arab banyak berimigrasi ke nusantara, salah satunya yang terbesar adalah berasal dari Hadramaut dan Yaman. Namun semenjak kedatangan bangsa Eropa pada akhir Masehi ke Indonesia dan menguasai hampir semua daerah di nusantara yang menyebabkan hubungan terputus.
Sekitar abad ke-17 M, tepatnya tahun 1601, kerajaan Hindia Belanda mulai mendatangi dan menguasai hampir segenap wilayah Indonesia. Walaupun awalnya kedatangan mereka hanya untuk berdagang.
Dibawah kongsi dagangnya yang bernama VOC dan dengan politik Device et Impera, mereka memecah-belahkan persatuan antara ulama dan masyarakat. Terlihat dalam perang Padri di Sumatra Barat. Mereka juga mengubah pesantren menjadi markas perjuangan dan mengubah para santri menjadi pasukan perang. Hampir semua ulama melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda.
Kedatangan kaum kolonialis disatu sisi membangkitkan semangat kebangkitan dan jihad kaum muslimin, di sisi lain membuat pendalaman ajara aqidah semakin tidak merata. Hanya kalangan pesantren saja yang masih bertahan mendalami Islam. Walaupun demikian para ulama muslim tetap gigih melawan kolonial demi menegakkan ajaran Isalam.

  1. Periode Keempat, Abad 20 M
Sekitar awal abad ke-20 M, pemerintahan Hindia Belanda mulai melakukan politik balas budi yang sebenarnya bagi Belanda merupakan politik untuk mempertahankan kekuasaanya. Politik ini mengajarkan bangsa Indonesia untuk mensosialisasikan ilmu-ilmu barat yang jauh dari Al-Qur’an dan Hadist.

  1. Periode kelima, Abad 20 dn 21 M
Setelah lepas dari jajahan Belanda, Indonesia kembali dijajah oleh pemerintahan Jepang. Pada masa ini, penduduk Indonesia semakin dibatasi ruang geraknya, terutama kaum muslim Islam.
Setelah terumusnya Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, Indonesia menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya yang ada pada alinea keempat, bahwa negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Setelah itu, penduduk Indonesia mulai merancang sistem pendidikan, termasuklah pendidikan tentang keislaman. Misalnya di Jawa, pendidikan Islam itu bertujuan untuk:
1)        Merancang pusat pengajran Islam dengan membangun sarana ibadah dan sarana menimba ilmu berupa masjid, surau, dan pondok pesantren.
2)        Membina hubungan dengan pusat-pusat pendidikan dunia Islam
3)        Menyelenggarkan pelaksanaan ibadah haji
4)        Mendukung dan menjalin kegiatan spiritual, emosional, psikologi, dan intelektual keagamaan dengan kaum muslimin Timur Tengah.
Selain itu, penyebaran agama Islam juga sampai ke daerah Maluku. Hal ini tergambar dari budaya-budaya muslim, misalnya dalam bentuk kesenian seperti wayang yang mencerminkan pendidikan dan ajaran yang mengandung  nilai-nilai keislaman, seperti ajaran tentang  pahlawan-pahlawan Islam, hikayat tentang islam.
Dengan demikian, secara umum pendidikan mempunyai peran yang amat sentral dalam mendorong individu masyarakat, untuk mencapai kemajuan pada semua aspek kehidupan.
Pada hakikatnya, pendidikan Islam adalah suatu proses yang berlangsung secara kontiniu/betkesinambungan, maka tugas dan fungsi pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya dan berlangsung sepanjang hayat, yang bermakna bahwa tugas dan fungsi pendidikan memiliki sasaran pada pesrta didik yang senantiasa tumbuh dan berkembang secara dinamis, mulai dari kandungan sampai hayatnya.
Secara umum tugas pendidikan Islam adalah membimbing dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dari tahap ketahap sampai pada titik kemapuan optimalnya. Sementara fungsinya adalah menyediakan fasilitas yang dapat memungkinkan tugas pendidikan berjalan dengan lancar. Secara garis besarnya pengertian itu mencakup tiga aspek, yaitu:
1)        Seperangkat teknik atau cara untuk memberikan pengetahuan keterampilan dan tingkah laku.
2)        Seperangkat teori yang maksudnya untuk menjelaskan dan membenarkan penggunaan teknik dan cara-cara tersebut.
3)        Seperangkat nilai gagasan atau cita-cita sebagai tujuan yang dijelmakan serta dinyatakan dalam pengetahuan, keterampilan, dan tingkah laku. Termasuk jumlah dan pola latihan yang harus diberikan.
Tujuan pendidikan Islam adalah untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan kepribadian manusia secara menyeluruh dan seimbang yang dilakukan melalui latihan jiwa intelektual, diri manusia yang rasional, dan perasaan indera. Karna itu pendidikan hendaknya mencakup pengembangan seluruh aspek fitrah peserta didik, aspek spiritual, intelektual, imajinasi, fisik, dan bahasa, baik secara individual maupun kolektif, dan mendorong semua aspek tersebut berkembang kearah kebaikan dan kesempurnaan. Tujuan terakhir pendidikan muslim itu terletak pada perwujudan ketundukan yang sempurna kepada Allah, baik secara pribadi, komunitas, maupun seluruh umat manusia.

BAB II
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Islam datang ke Indonesia ketika pengaruh Hindu dan Buddha masih kuat.Kala itu, Majapahit masih menguasai sebagian besar wilayah yang kini termasuk wilayah Indonesia. Masyarakat Indonesia berkenalan dengan agama dan kebudayaan Islam melalui jalur perdagangan, sama seperti ketika berkenalan dengan agama Hindu dan Buddha. Melalui aktifitas niaga, masyarakat Indonesia yang sudah mengenal Hindu-Buddha lambat laun mengenal ajaran Islam.Persebaran Islam ini pertama kali terjadi pada masyarakat pesisir laut yang lebih terbuka terhadap budaya asing.Setelah itu, barulah Islam menyebar ke daerah pedalaman dan pegunungan melalui aktifitas ekonomi, pendidikan, dan politik.
Proses masuknya agama Islam ke Indonesia tidak berlangsung secara revolusioner, cepat, dan tunggal, melainkan berevolusi, lambat-laun, dan sangat beragam. Dan dalam perkembangan selanjutnya bermunculan banyak kerajaan-kerajaan islam di Indonesia seperti samudera pasai dan kerajaan-kerajaan islam lainnya.
B.     Saran                                                                                                                  
Kami sebagai pembuat makalah bukanlah makhluk yang sempurna.Apabila ada kalimat yang tidak berkenan pada tempatnya. Kami berharap kritik dan saran ,agar kami bisa membuat makalah yang lebih baik pada waktu yang akan datang.



DAFTAR PUSTAKA

Suhaimi. 2007. Cahaya Islam di Ufuk Asia Tengara. Pekabaru: Suska Press UIN Suska Riau.
Aslati.2009. Sejarah Islam Asia Tengara (SIAT). Pekanbaru: CV Witra Irzani .


1 komentar:

  1. wah terimakasih kak artikelnya sangat bermanfaat, kita jadi tau perkembangan islam di indonesia,
    Agar lebih tau lagi mampir ke Muslimlife ID
    Semoga berkah

    BalasHapus

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com