Senin, 30 Maret 2015

RESPON PEMERINTAH SINGAPURA TERHADAP ISLAM

MAKALAH SIAT
RESPON PEMERINTAH SINGAPURA TERHADAP ISLAM
Mata Kuliah Siat
Dosen : M.Fahli Zatra Hadi, M.pd
LogoBaruUIN.jpg





Disusun Oleh :
Azura
Tiara Nurti Andini
Zakki Azhari

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
2014/2015



Kata Pengantar
            Alhamdulillahirobbil’alamin,  segala  puji  dan  syukur  seraya  penyusun panjatkan ke hadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Respon Pemerintah Singapura Terhadap Islam”. Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Siat.
            Penyusun  berterima  kasih  kepada  dosen  mata  kuliah  Siat yang  telah memberikan arahan serta bimbingan, dan juga kepada semua pihak yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam penulisan makalah ini.Seperti pepatah mengatakan “Tak ada gading yang tak retak”. Penyusun menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Hal ini semata-mata karena keterbatasan kemampuan penyusun sendiri.
Oleh karena itu, penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik yang positif dan membangun dari semua pihak agar makalah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang.



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................ i     
DAFTAR ISI ................................................................................................................ ii
BAB I. PENDAHULUAN                                                                                             
1.1  Latar Belakang Masalah ........................................................................ 1
BAB II. PEMBAHASAN ............................................................................................  
2.1Sejarah Masuknya Islam ke Singapura................................................... 3
.................. 2.2Respon Pemerintah Terhadap Islam....................................................... 5
BAB.III. PENUTUP                                                                                                       
3.1Penutup................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................  13


  
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang Masalah
Dalam perjalanan sejarahnya, dahulu Singapura mempunyai peranan penting dalam penyebaran islam di Asia Tenggara. Posisis strategis yang merupakan nilai lebih Singapura menjadikan sebagai transip bagi perdagangan dari berbagai kawasan. Pada sisi lain, selain sebagai transit perdagangan letaknya yang strateggis ini juga telah memungkinkannya menjadi puast informasi dan komunikasi dakwah islam, baik pada Kesultanan Malaka (sebelum kedatangan colonial Eropa), masa colonial, sampai pada abad ke 20. Peran penting terrsebut segera berakhir tatkala Singapura memisahkan diri dari Negara federasi Malaysia, umat islam menjadi minoritas, selanjutnya komunitas muslim yanh sebagian besar adalah bangsa melayu menempati posisi kelas 2 dibawah etnis cina.

Pada perang dunia kedua berawal di Singapura. Waktu tiga setengah tahun masyarakat islam mengalami perlakuan yang sangat baik dari pada masyarakat lain. Sehabis perang, orang islam seperti halnya masyarakat lain menghadapi persimpangan jalan. Pihak inggris yang kembali ke Singapura disuruh pulang ke negara masing-masing untuk selamanya. Rancangan Singapura untuk bergabung dengan Malaya memberi harapan kepada masyarakat Melayu-Islam.
            Kurang dari dua tahun kemudian, Singapura dikeluarkan dari Malaysia. Masa depannya sebagai republik merdeka yang kecil,dengan sumber-sumber yang tidak pasti kelihatan suram. Masyarakat islam di Singapura hanya menjadi minoritas akibat terpecahnya Malaysia. Apa lagi Singapura letaknya didekat laut yang menjadikan pendatang untuk berdagang dari India dan Cina. Walaupun tumpuan itu diberikan kepada strategi ekonomi, pemerintah tidak mengambil mudah keadaan politik yang mulai bergolak.dengan segera ketentuan islam dijadikan undang-undang. Akta Ketentuan Hukum Islam (AMLA) yang disahkan pada tahun 1966, menjamin bahwa taraf orang islam sebagai rakyat Singapura tidak terjajah.
            Pada saat itu identitas masyarakat islam di Singapura mempunyai tempat di negara itu. Ketegangan dan kekacauan mungkin berlaku, bekas Perdana Menteri Malaysia Almarhum Tuanku Abdul Rahman, menjanjikan sebuah unit tentara bagi memetahkan keganasan yang mungkin terjadi. Beliau juga menawarkan tanah di Johar bagi siapa pun yang tinggal di Malaysia.
            Sebagai bahagian AMLA, Majelis Agama Islam Singapura (MUIS) di tumbuhkan pada tahun 1968. Oleh sebab baru, MUIS terpaksa berusaha untuk mendapatkan kepercayaan anggota masyarakat. Pada masa yang sama, pemerintah mulai memperuntukkan tanah bagi pembentukan masjid-masjid baru di estet-estet perumahan. Kesadaran tentang perasaan kurang senang hati terhadap “Melayu-Islam” ini, pemerintah selalu mencari solusi untuk penyelesaian masalah tersebut. Pemerintah juga telah mengadakan pertemuan-pertemuan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun yang ada pada saat itu kurangnya sumber-sumber membuat patahnya pertemuan itu ditengah jalan.
            Pada tahun 80-an merupakan titik perubahan bagi masyarakat Melayu-Islam. Tetapi pada ssat itu penduduk menunjukkan betapa parahnya kehidupan perekonomian mereka pada saat itu. Pencapaian pengajaran bagi anak-anak Melayu amat tidak memuaskan, dan orang dewasanya tertinggal dari status ekonomi karena tidak berkhalayakan.
            Para pememimpin mereka yang terdiri dari tokoh-tokoh berpengaruh dalam politik dan persatuan-persatuan masyarakat tersebut memutuskan bahwa masanya sudah tiba tindakan dan dukunga dari pemerintah sangat penting. Pada tahun 1981, dengan dukungan dan bantuan pemerintah, para pemimpin ini berkumpul untuk melancarkan Mendaki, badan bagi pendidik anak-anak Melayu-Islam. 


BAB 2
PEMBAHASAN
2.1       Masuknya Islam Ke Singapura
Singapura giat memasuki perkumpulan negara-negara maju. Orang iIslamnya turut memperlihatkan keyakinan yang lebih terhadap kesulitan membentuk masa depan diri dan negara mereka. Hari ke hari, orang Melayu-Islam Singapura menonjolkan keistimewaan mereka. Seperti menara kecilmesjid di pusat bandar, mereka mau berdiri megah. Orang Islam Singapura boleh berbangga dengan sejumlah besar anggotanya, yang dengan murah hati, telah menyumbangkan masa, tenaga, uang, dan komitmen demi kesejahteraan masyarakat.
            Pada zaman awal Singapura sehingga permulaan abad ini, di antara anggota masyarakat islam yang amat terkemuka ialah orang-orang Arab. Mereka terdiri dari keluarga Alkaff, Aljuneid dan Alsagoff yang merupakan tuan tanah kaya yang memiliki ladang gambir dan lada hitam dikawasan ini, dan menguasai perdagangan antara pulau-pulau. Ketiga keluarga ini aktif dam amal jariah, membiayai hospital dan sekolah, membina mesjid serta menampung kegiatan-kegiatan yang lainnya.
            Diantara orang Arab yang lainnya, yang pertama kali datang pada saat Singapura telah dibuka adalah saudagar kaya, Syed Mohammed Harun Aljuneid dan anak saudaranya, Syed Omar Ali Aljuneid dikampong Glam. Mereka orang telah mendermakan sebahagian kekayaan mereka untuk masyarakat dan telah membina majid Omar Kampong di Malaka, kini merupakan masjid tertua yang ada di Singapura.
            Di antara para pendatang yang lainnya ke Singapura adalah India yang terdiri pada awalnya melalui para peniaga kecil, pedagang dan penukaran uang. Kedalam golongan ini termasuk juga para peniaga Islam dari pantai-pantai Malabar dan Coromandel di India. Salah satu keluarga Islam yang terkenal dari India pada saat itu adalah keluarga Angullia.
            Keluarga Angullia mengasaskan beberapa buah masjid di Singapura, dan masih menderma kepada masyarakat melalui Tabung Amanah Angullia, tabung swasta yang dikendalikan oleh bebrapa orang pemegang amanah yang memberi beasiswa kepada para pelajar yang mmerlukan.
            Orang-orang Bugis dan Minangkabau juga mempunyai pemimpin yang dapat berdiri sama tinggi dengan masyarakat Arab dan India. Orang bugis terkenal dengan berniaga, dan yang menonjol ialah Haji Bapa dan pakciknya mempunyai ladang lada hitam dan gambir di Borneo dan Sumatera, dan mereka mengendalikan perniagaan dengan menggunakan kapal-kapal sendiri.
            Setelah bekerja sama bebrapa tahun dengan pemerintah, beliau (Mohammed Eunos Abdullah) menyunting Utusan Melayu yaitu edisi bahasa Melayu akhbar Singapore Free Press. Pada tahun 1924 beliau menjadi orang Melayu pertama di lantik ke Majelis Perundangan. Aktif dalam kegiatan sosial dan pertumbuhan Melayu-Islam, beliau juga telah menjadi pengasas bersama Kesatuan Melayu Singapura yang menjadi tulang belkang beliau dalam menyuarakan persoalan orang-orang Melayu.
            Selepas zaman penjajahan, tokoh utama dalam masyarakat Islam di Singapura adalah Yusof Ishak, orang setempat pertama di lantik sebagai ketua negara dan kemudiannya sebagai Presiden Republik Singapura yang pertama.
            Sebagai Presiden, sumbangan utamanya adalah sebagai tokoh yang menggalakkan fahaman yang berbilang kaum dan toleransi dalam pembinaan sebuah negara muda yang terdiri dari bangsa dan agama yang berbeda.
            Beliau meninggal pada tahun 1970. Ucapan-ucapan beliau sering menekankan unsur persaudaraan di anatara manusia. “Di Singapura, kita mempunyai masyarakat yang unik, demokrasi, dan bebilang bangsa, dengan kebudayaan yang berbilang kaum hidup subur bersma-sama. Apa yang berarti dan suci bagi setiap kaum bukan saja diterima tetapi disokong dan dilindungi”. Kata-kata amat benar bagi keadaan Singapura pada saat ini.
            Sedikit saja golongan minoritas agama didunia yang mempunyai badan berkuasa bagi membantu mereka mengukuhkan kepercayaan di Singapura, obor yang menerangi oran Islam adalah Majlis Ulama Islam Singapura (MUIS). MUIS adalah satu-satunya badan yang berkuasa untuk menumpukkan perhatian kepada hal-ehwal agama Islam dibanyak hal, kisah MUIS mencerminkan perjuangan masyarakat Singapura pada masa lalu.
            Sejarah MUIS bermula pada tahun 1968 apabila ia diddirikan secara bahagian Akta Penentuan Hukum Islam (AMLA). Seperti yang terkandung di dalam AMLA , tuga utamanya adlah untuk membantu menasehati Presiden Singapura mengenai hal-ehwal Islam.
            Langkah awal menginstalisasikan Islam sebahagian disekitarnya oleh keadaan sejarah yang unik. Sewaktu merancangkan penyatuan Singapura dan Malaya pada 1961, disetujukan bahwa yang di pertuan Agomh Persekutuan Malaysia menjadi ketua agama Islam di Singapura. Sebuah majelis agama Islam juga akan didirikan untuk menasehati baginda tentang Islam.
            Peruntukan ini dimasukkan kedalam Perlembagaan Singapurasewaktu ia bergabung dalam Persetujuan Malaysia pada tahun 1963. Namun, penyatuan itu gagal. Dua puluh tiga bulan kemudian, Singapura menarik diri pada tanggal 9 agustus 1965. Dengan sekelip mata, orang Melayu-Islam Singapura hilang taraf majoritinya.
            Sadar akan keperluan khusus orang Islam, pemerintah Singapura yang baru itu mengatakan janji-janjinya. Peruntukan-peruntukan bagi yang islam segera dimasukkan ke dalam AMLA. Rang tersebut dibawa ke Perlimen pada Desember 1965, empat bulan selepas merdeka. Jawatan kuasa pemilihan menerima 18 pernyataan bertulis mendengar 14 perwakilan dari individu dan organisasi, pada April 1966.
            Sebelum adanya AMLA, peruntukan undang-undang utama bagi yang Islam di Singapura adalah Lembaga Endowmen Orang-Orang Islam dan Hindu (MHEB) dan Lembaga Penasihat Orang-Orang Islam (MAB). Didirikan pada tahun 1906, dan dikenali sehingga 1952 sebagai Lembaga Endowmen Mohammedan dan Hindu, MHEB menumpukan perhatian kepada harta yang diwasiatkan oleh para binawan dan melantik jabatan kuasa untuk menyelaraskan bantuannya.
            Semua ini berubah apabila AMLA menjadi undang-undang pada Agustus 1966. AMLA memperbolehkan pendirian sebuah badan berkuasa tentang hal-ehwal Islam yang komprehensif, yaitu MUIS, dan ia juga menetapkan keanggotaan lembaga pengelolanya. MUIS mempunyai seorang Presiden, tujuh wakil badan-badan Islam dan lima ahli yang dilantik Presiden Singapura.
            Perundangan tersebut juga membuat peraturan-peraturan Mahkamah Syariah dan Pendaftar Pernikahan Orang-Orang islam. Ketiga-tiga unit ini terletak dibawah Kementerian Pembangunan Masyarakat dan melapor terus kepada Menteri Bertanggungjawab bagi Ehwal Masyarakat Islam.
2.2       Respon Pemerintah Terhadap Islam
            MUIS memulai kisahnya ditiga buah bilik dibangunan pemerintah lama di Empress Place dengan hanya tujuh orang kakitangan. Tiada diantara mereka yang arif tentang hal-ehwal Islam.
            Perasaan sangsi bertambah dikalangan setengah orang yang kurang senang dengan sebuah badan resmi menjaga kepentingan agama mereka. Ketika itu, Singapura sedang mengalami perubahansosial dan ekonomi yang pesat. Laut ditambak, bukit diratakan dan kampung-kampung dirobohkan. Banyak orang Islam dan warga negara yang lain dipindahkan ke rumah pangsa di estet-estet perumahan baru. Bukan saja rumah-rumah kampung mereka diruntuhkan, malah gereja, kuil, masjid dan madrasah turut terjejes. Tanah perkuburan semua kaum juga dipindahkan ketempat lain.
            Perasaan marah terhadap MUIS memuncak, para pegawai MUIS sadar bahwa mereka perlu mewujudkan hubungan baik dengan anggota masyarakat Islam, jikatidak MUIS akan tersisih. Kakitangan diarahkan supaya bertemu pemimpin masyarakat dan pegawai masjid untuk menjalin hubungan.
            Pada 17 November 1987, MUIS berpindah kebangunan tujuh tingkatnya sendiri yang diberi nama Pusat Islam Singapura.pusat ini dibuka secara resmi pada 29 Mei 1988. Bertempat ditepi sebatang lebuh raya dan dikelilingi tanah yang hijau, dengan mereka bentuk yang unik, yaitu gabungan motif-motif Islam yang modern melambangkan permulaan baru bagi MUIS yang lebih diyakini dan dihormati untuk mendapat dukungan masyarakat.
            Tugas MUIS sangat banyak diantaranya pembinaan masjid, pengurusan harta wakaf dan amanah, urusan haji, pengumpulanzakat dan fitrah, mengeluarkan fatwa, membantu fakir miskin, dan menyelaraskan pendidikan agama. Puncak kejayaan  MUIS ialah Tabung Pembinaan Masjid (TPM).
            Kisah TPM bermula dengan “Keajaiban Muhajirin”, masjid pertama yang dibina diestet perumahan baru. Pada awal tahun 70-an ketika orang Islam ditempatkan semula dikampung-kampung ke rumah-rumah pangsa HDB di Toa Payoh. Mereka dapati tidak ada masjid untuk mereka disitu.
            Ahli jawatan kuasa Tertinggi MUIS masih ingat bahwa mereka dipanggil ke Istana oleh Perdana Menteri ketika itu, Lee Kuan Yeng yang tahu tentang kesukaran mereka mengumpul dana. Sannie Abdul pernah berkata “Walau secantik manapun sebuah masjid itu dan sebanyak manapun uang yang dibelanjakan atau tenaga yang dicurahlkan, masjid tidak akan berarti jika tidak betul-betul menggunakannya”.
            Untuk itu, AMLA dipindah dan TPM didirikan pada 1975. Kurang dua tahun kemudian, lahirlah Masjid Muhajirin di atas bekas tapak kilang rotan. Dua kubah perang dan sebuah manaranya berdiri dengan megah.
            Para pengkritik terdiam dengan kemajuan ini. Diantaranya dua insan yang berjanji akan menderma kepada masjid tersebut sekiranya TPM berhasil mendirikannya. Dua jam besar berdiri sumbanagn mereka masih berdetik diruang masjid itu.
            Kecermelangan tabung ini adalah disebabkan cara orang Islam Singapura bertindak yaitu membentuk diri sendiri. Dibawah rancangan ini, setiap orang islam di minta menderma $1 sebulan, dipotong gajinya melalui agensi pemerintah. Walau bagaimanapun, lebih menderma dua kali ganda atau lebih. Demikianlah kuatnya semangat membantu diri sendiri dikalangan mereka.
            Masjid-masjid baru ini merupakan ssatu perempat daripada 76 bagian masjid di Singapura. Di panggil masjid “generasi baru”, lima bagian lagi sedang dirancaang untuk pembinaan yang di jangka siap tahun 2000. Pada masa itu, orang Islam di setiap estet perumahan baru akan mempunyai sekurang-kurangnya sebuah masjid generasi baru.
            Peranan pemerintah amat penting bagi TPM. Bukan saja membenarkan agensinya untuk mengutip derma tersebut, malah telah memperuntukkan tanah yang sesuai dengan harga yang nominal Masjid generasi baru di lengkapi dengan bilikmesyuarat, bilik dan dewan dan kadangkala auditorium.para pemimpin dan anggota masyarakat menamakannya “pusat kecermelangan”, sebagai merubah kepada zaman kegemilangan Islam dahulu.
            Pada zaman awal perkembang Islam, masjid bukan hanya tempat beribadah malah menjadi pusat pendidikan dan pelayanan masyarakat. Hal-hal masyarakat dibincangkan dalam suasana masjid yang suci. Masjid generasi baru di Singapura menawarkan berbagai kegiatan untuk memenuhi keperluan orang Islam yang berlainan umur, latar belakang dan minat.
            Semua ahli Jawatan kuasa Pengurusan Masjid yang mengendalikan kegiatan-kegiatan ini telah menjalin kursus-kursus kepemimpinan dan pengurusan yang dianjurkan MUIS sebagai bahagian untuk menjadikan masjid pusat-pusat kecermelangan.
            Bagi orang Islam, walau apapun bentuk dan saiznya, masjid-masjid ini adalah lambang yang utuh bagi kekuatan dan jiwa masyarakatnya. Bidang utama dalam tugas MUIS adalah pengutipan zakat dan fitrah. Uang kutipan dibagi-bagikan kepada golongan-golongan yang memerlukan.
            Zakat adalah rukun Islam yang ketiga. Menurut Al-Quran, kutipan zakat hendaklah dibagikan kepada lapisan Asnah. Fitrah pula, “cukui kepala” yang dibayar pada bulan Ramadhan. Bayarannya sama dengan nilai 2.3 kg beras bagi setiap orang.
            Sebelum ada MUIS, pengutipan zakat dan fitrah tidak teratur. Orang Islam membuat kiraan sendiri dan membagi-bagikan bayarannya kepada bebrapa masjid atau pertimbuhan tertentu. Yang lain memberikan kepada siapa yang layak menerimanya. Anjuran MUIS 1986, setiap ketua keluarga membayar fitrah di masjid setiap bulan Ramadhan.
            Fardu haji sangat berarti bagi orang Islaman dan ia mengubah tanggpan mereka terhadap kehidupan di dunia ini. Bagi kebanyakan orang, naik haji merupakan satu perjalanan dalam seumur hidup, dibuat setelah bertahun-tahun.
            Agen-agen yang menguruskan jumlah haji tidak selalunya jujur. Dahulu, kerap juga jamaah ditipu oleh pihak-pihak yang mau mencari keuntungan dengan cepat. Banyak yang di berikan penginapan yang tidak memuaskan, makanan yang tidak sempurna dan penerbangan yang sesak.
            Syel Isa masih ingat lagi sewaktu masyarakat Melayu gigih berjuang bagi menyesuaikan diri dengan suasanan yang kian berubah. Misalnya, hakikat orang Melayu terpaksa bersaing dengan kaum-kaum lain tanpa pilih kasih. Atau apabila mereka sadar bahwa mengkekalkan beberapa aspek budaya Melayu berarti menyalahi ajaran agama.
            Kemudian, tiba titik perubahan apabila masyarakat mengukuhkan pegangan pada Islam dan mendapati sendiri Islam Singapura, seperti berusaha mencapai kemajuan pendidikan di kecermelangan. Selagi kita berstu padu tiada apapun yang dapat menangani masalah pada masa depan.
            Sambil mengenang kembali masa-masa lalu sejak memegang teraju, mufti percaya, masyarakat Islam Singapura bernasib baik karena mendapat pemerintah yang siap membantu. Beliau mengingatkan pada umat bahwa penekanan kepada agama, mungkin ada beberapa orang yang bersifat ekstrimis. Kita perlu waspada supaya kecenderungan tersebut tidak terjadi.
            Mufti juga percaya, apabila orang Islam memperbaiki diri dalam menjalani kehidupan yang soleh, mereka hendaknya jangan terlalu mementingkan aspek ritual semata-mata. Mereka hendaknya memberi penekanan kepada usaha meningkatkan pemahaman Islam secara intelek. Beliau juga menjadi anggota Pertumbuhan Antara Agama (IRO), sebuah badan bagi ketua-ketua agama utama di Singapura berbincang dan bertukar-tukar pikiran.
            Pada tahap selanjutnya, berliau terlibat dalam Majelis Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura. (MABIMS). Segala mesyuarat yang di jalankan membantu menyelaraskan kegiatan Islam di negara-negara anggota, misalnya menetapkan undang-undang perkawinan dan perceraian.
            MUIS banyak melakukan atau menganjurkan kelas agama, ceramah dan syarahan untuk menyebarkan ajaran Islam. Mereka juga menganjurkan Maulidin nabi Muhammad saw. Di peringkat kebangsaan, MUIS menganjurkan syarahan agama oleh pakar-pakar dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini dijalankan pada tangal-tanggal penting seprti hari keputeraan Nabi Muhammad saw. Dan awal muharam.
            Sambil memupuk kegiatan dakwah, MUIS juga berusaha kearah keharmonian agama. Ia menjadi ahli Pertumbuhan Antara Agama (IRO) yang dianggotai ketua agama-agama utama di singapura. Mufti Negara kerap kali menghadiri perbincangan mengenai persoalan agama yang diadakan oleh IRO. Setiap tahun sebagai tanda muhibah, ketu agama-agama utama ini dijemput untuk merayakan hari Keputeraan Nabi Muhammad saw. Yang dibuka Presiden Singapura.
            Untuk kegiatan dakwah, bukan saja buku-buku kecil bagi orang Isalam diterbitkan malah juga risalah-risalah untuk orang bukan Islam. Risalah-risalah ini boleh didpatkan di pejabat MUIS, dan diedarkan juga ke masjid-masjid, dan atas permintaan, dikirimkan kepada organisasi Islam.
            Para pemimpin dan anggota kumpulan mereka melawat pejabat MUIS untuk mendapatkan ajaran tambahan tentang Islam dalam usaha memahami jiran dan rekan-rekan mereka yang bereagam Islam dengan lebih baik.
            Apabila disebuah masyarakat maju, isu dan persoalan baru yang tidak pernah diteliti dalam konteks agama seseorang akan muncul. Orang Islam Singapura tidak terkecuali daripada gambaran ini. Untuk membimbing mereka, MUIS mendirikan Jawatankuasa Fatwa yang di beri kuasa mengeluarkan fatwa jawatankuasa ini dilakukan oleh Mufti Negara. Orang Islam Singapura mematuhi sebahagiaan fatwa yang dikeluarkan oleh jawatankuasa ini.
Fatwa ynag dikeluarkan meliputi bidang yang luas. Ada persoalan yang dikemukakan kepada Jawatankuasa ini oleh orang Islam sendiri, dan ada yang dibincangkan atas daya usaha Jawatankuasa tersebut.pelajar-pelajar ini menghadiri salah satu daripada enam buah madrasah sepenuh masa.
Madrasah Al-Maarif Al-Islamiah, Madrasah Wak Tanjong Al-Islamiah dan Madrasah Al-Arabiah Al-Islamiah. Terdapat juga madrasah-madrasah lain yang dikendalikan secara separuh masa oleh masjid-masjid dan organisasi Islam di seluruh Singapura.
            MUIS juga menyelaraskan kurikulum dan periksaan mereka. Agar lulusan madrasah dapat bersaing dengan lulusan sekolah pemerintah tekanan diberikan ketiga mata pelajaran utama bahasa Inggeris, Matematika dan Sains.
            Pelajaran yang ditawarkann oleh madrasah sepenuh masa ini meliputi peringkat yang paling rendah hinggalah ke pra-universitas. Kini dapat perancangan untuk memastikan pelajaran yang diterima  di madrasah itu disusun supaya hampir sama yang diajarkan di sekolah-sekolah pemerintah yang lama.
            Dalam memenuhi permintaan, MUIS mendirikan Jabatan Pengesahan Halal pada 1992. Jabatan ini membantu menentukan kedai-kedai yang mengatakan makanan yang dijualnya halal benar-benar berbuat demikian. Ia mengeluarkan sijil-sijil pengesahan halal kepada pengimport dan hasil keluaran daging, ayam itik dan lain-lain. Pemeriksaan-pemeriksaan rapi kerap dilakukan untuk memastikan barang-barang ini benar-benar halal.
            Risalah-risalah juga dikeluarkan untuk memaklumkan masyarakat Islan dan bukan Islam tentang pilihan yamh berkaitan dengan halal-haram yang dihadapi oleh orang Islam dalam kehidupan mereka sehari-hari.
            Pertalian antarbangsa membantu MUIS berhubungan dengan dunia Islam. MUIS menjadi ahli Rabitah Al-Alami Al-Islami, Majelis Masjid-masjid Dunia di Makkah. Ia juga bergabung dalam Majelis Dakwah Islamiah bagi Kawasan Asia Tenggara dan Pasifik (RISEAP).
            Berusia 12 tahun , RISEAP memupuk kerjasama dan hubungan erata di antara organisasi-organisasi Islam di daerah ini. Kegiatannya termasuk berdakawah bagi mengembangkan Islam, dan proyek pendidikan serata kebijakan bagi orang Islam. Bentuk kerjasama yang lain di aantara MUIS dengan jabatan-jabatan agama di negara Jiran termasuklah lawatan dan pertukaran fikiran mengenai ketentuan Islam.
            Jembatan yang dibina MUIS selama ini telah membantu menyebarkan aturan kepada orang ramai bahwa orang Islam di Singapura, sebagai satu golongan minoritas, sebagai gigih berusaha ke arah kecermelangan.
            Selain MUIS, ada pula lembaga yang khusus bergerak dalam bidang pendidikan yaitu Majelis Pendidikan Anak-anak Muslim (MENDAKI). Dan adapula lembaga DANAMIS yaitu Dana Perwalian Muslim yang bergerak dalam bidang pendanaan sosial ekonomi umat, semacam koperasi dan lembaga keuangan non-pemerintah. Lembaga berikutnya adalah Himpunan Dakwah Islam Singapura (JAMIYAH) dan Association of Muslim Profesionals (AMP) yang didirikan pada bulan Oktober 1991, lembaga ini berkeinginan untuk mewujudkan masyarakat muslim Singapura yang siap bersaing secara terhormat untuk memasuki masa depan yang lebih baik.
 Seorang muadzin ( seseorang yang mengumandangkan adzan) hanya boleh mengumandangkan adzan di masjid tetapi suara adzan tidak boleh keluar dan terdengar di lauar masjid yang ada di Singapura. Fatwa suara adzan tidak boleh terdengar sampai keluar masjid dikeluarkan oleh Majelis Ugama Islam Singapura (MIUS). MIUS merupakan lembaga otoritas muslim di Negara Singapura layaknya MUI.
Harusnya pemerintah negara Singapura sebagai negara yang terdiri dari berbagai etnis yaitu etnis melayu, china, arab dan Eurasia harus paham mengenai konsep pluralism dan kebebasan menjalankan aktivitas keagamaan. Di Singapura ada sekitar 15 persen penduduk yang menganut agama Islam. Selain melarang mengumandangkan adzan di luar masjid, di Singapura juga larangan aktivitas dakwah di lingkup mahasiswa.
Apabila ada mahasiswa yang ingin berdakwah (ceramah keagamaan Islam) maka tak segan dengan tegas pemerintah Singapura mendeportasi mahasiswa tersebut. Sebuah ironi bagi kita semua, di tengah gemerlap dan kemegahan Negara Singapura dan jejak-jejak kolonialisme Sir Thomas StaffordRaffles ternyata dalam menjalankan aktivitas keagamaan khususnya bagi saudara-saudara kita umat muslim kurang mendapatkan perhatian dan porsi tersendiri.
Singapuramemilikihukumdanpenalti yang meliputi hukumankorporalyudisial dalambentuk pencambukan untukpelanggaransepertipemerkosaan, kekerasan, kerusuhan, penggunaanobat-obatanterlarang, vandalismeproperti, dansejumlahpelanggaranimigrasi.
Singapurajugamemiliki hukumanmati wajibuntuk pembunuhantingkatpertama, penyelundupanobat-obatanterlarang, danpelanggaransenjataapi. Amnesty International mengatakanbahwa “serangkaianklausadalamUndang-UndangPenyalahgunaanObat-ObatanTerlarangdanUndang-UndangPelanggaranSenjataApiberisidugaanbersalah yang bertentangandenganhakdianggaptidakbersalahhinggaterbuktibersalahdanmengikishakpengadilan yang adil”, danmemperkirakanbahwaSingapuramemiliki “kemungkinantingkateksekusitertinggi di duniabiladibandingkandenganjumlahpenduduknya”.
PemerintahmenyatakanbahwaSingapuramemiliki hakberdaulat untukmenentukan sistemyudisialnya danmemaksakansesuatu yang dianggapsebagaihukuman yang pantas. Pemerintahmemilikisengketadalambeberapapoinlaporan Amnesty.Merekaberkatabahwadalam lima tahunsampai 2004, 101 wargaSingapuradan 37 wargaasingtelahdieksekusi, semuanyakecuali 28 orang disebabkanolehpelanggaranobat-obatanterlarang. Amnesty menyebutkan 408 eksekusiantara 1991 dan 2003 daripemerintahdansumber lain darijumlahpenduduksebanyakempatjutajiwa.
            Pada mulanya negara Singapura disebut wilayah Tumasik menurut naskah Pararaton dari kerajaan Majapahit, sedangkan dalam naskah Negarakertagama disebut Temasek yang merupakan kota yang masuk dalam jajahan kerajaan Majapahit di Jawa dan termasuk salah satu dari sepuluh daerah yang indah yang berada dibawah kekuasaan kerajaan Majapahit.

Sejak akhir abad ke- 14 sampai pada tahun 1511 M, Singapura menjadi wilayah bagian dari kerajaan Malaka, sedangkan pada abad ke- 18 Singapura berada dibawah kekuasaan kesultanan Johor, dengan seorang tumenggung sebagai kepala pemerintahannya. Dan pada abad ke- 19, Singapura sudah menjadi pelabuhan transit yang sangat penting karena jalurnya yang sangat strategis. Oleh karena itu, pada tahun 1818 M gubernur jendral Inggris di India memerintahkan kepada Sir Thomas Stamford Raffles untuk bisa merebut dan menguasai Singapura, kemudian pada tahun 1824 sultan Johor dan Tumenggung Abdul Rahman menyerahkan wilayah Singapura kepada Inggris dengan mendapatkan imbalan ganti rugi.

Wajah Islam di Singapura tidak jauh berbeda dari wajah muslim di negeri jirannya Malaysia. Banyak kesamaan, baik dalam praktek ibadah maupun dalam kultur kehidupan sehari-hari, diperkirakan hal ini dipengaruhi oleh sisa warisan Malaysia. Akan tetapi, sampai sekarang belum dapat diketahui dengan pasti kapan masuknya Islam ke Singapura tapi berdasarkan perkiraan sezaman dengan masa-masa aktifnya para pedagang muslim berada di Malaka sekitar abad ke- 8.

Setelah Singapura memisahkan diri dengan Malaysia, masyarakat muslim di Singapura menjadi minoritas. Dalam bidang politik, masyarakat Melayu menyadari posisinya yang minoritas, sehingga mereka mengambil garis moderat, loyal, dan partisipatif. Namun kecurigaan dan memandang rendah pada etnis Melayu atau masyarakat muslim Melayu kadang-kadang juga muncul. Menyadari ketertinggalannya tersebut, pemerintah dan tokoh-tokoh Islam mengadakan berbagai upaya peningkatan dalam berbagai aspek.




BAB 3
PENUTUP

Wajah Islam di Singapura tidak jauh berbeda dari wajah muslim di negeri jirannya Malaysia. Banyak kesamaan, baik dalam praktek ibadah maupun dalam kultur kehidupan sehari-hari, diperkirakan hal ini dipengaruhi oleh sisa warisan Malaysia. Akan tetapi, sampai sekarang belum dapat diketahui dengan pasti kapan masuknya Islam ke Singapura tapi berdasarkan perkiraan sezaman dengan masa-masa aktifnya para pedagang muslim berada di Malaka sekitar abad ke- 8.
Setelah Singapura memisahkan diri dengan Malaysia, masyarakat muslim di Singapura menjadi minoritas. Dalam bidang politik, masyarakat Melayu menyadari posisinya yang minoritas, sehingga mereka mengambil garis moderat, loyal, dan partisipatif. Namun kecurigaan dan memandang rendah pada etnis Melayu atau masyarakat muslim Melayu kadang-kadang juga muncul. Menyadari ketertinggalannya tersebut, pemerintah dan tokoh-tokoh Islam mengadakan berbagai upaya peningkatan dalam berbagai aspek.

  


DAFTAR PUSTAKA
Helmiati.2008.Dinamika Islam Asia Tenggara.Suska Press:Suska Press
http://www.segenggam-harapan.com/2012/07/sejarah-dan-perkembangan-islam-di.html

Suhaimi.2006.Cahaya Islam Di Ufuk Asia Tenggara.Suska Press:Suska Press

1 komentar:

  1. jadi respon dari pemerintah terhadap islam itu apaaa? disini gak jelas! hadehh ampunn, ba'a caro awak resume ko?

    BalasHapus

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com